Ngeliwet Bareng Forkopimda dan Para Gus, Mas Yudha Perkuat Sinergi Pemerintah dengan Pesantren
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Cepat dan Akurat
satudetik.online • cepat dan akurat
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Waktu baca sekitar 2 menit
Lumajang, satudetik.online — Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai tradisi ngeliwet bersama Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para Gus dari sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Lumajang, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Graha Nararya Kirana, rumah dinas Wakil Bupati Lumajang tersebut, menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi antarelemen daerah dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan.
Tidak ada sekat formal dalam kebersamaan tersebut. Pemerintah daerah, unsur Forkopimda, dan kalangan pesantren duduk bersama menikmati hidangan ngeliwet. Tradisi makan bersama itu menjadi ruang perjumpaan yang lebih cair untuk merawat kedekatan dan memperkuat hubungan sosial.
Wakil Bupati Lumajang yang akrab disapa Mas Yudha mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar makan bersama, melainkan bagian dari upaya menjaga hubungan baik dan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan pondok pesantren.
“Melalui kegiatan ngeliwet ini, kami berharap silaturahmi dan kebersamaan yang sudah terjalin dapat terus terjaga. Atas nama Pemerintah Kabupaten Lumajang, kami berharap sinergi dengan pondok pesantren ke depan semakin baik, sehingga kita bisa terus berjalan bersama dalam menjaga kerukunan dan membangun Kabupaten Lumajang,” ujar Mas Yudha.
Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi salah satu kunci dalam menjaga keharmonisan daerah. Perbedaan tugas, fungsi, maupun tanggung jawab masing-masing pihak tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan.
Ia menegaskan, keguyuban dan kerukunan antarelemen masyarakat perlu terus dipelihara agar suasana daerah tetap kondusif. Terlebih, pondok pesantren memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan pembinaan masyarakat.
“Yang terpenting adalah bagaimana keguyuban dan kerukunan ini terus terjalin. Kita boleh memiliki peran dan tanggung jawab yang berbeda, tetapi semangat kebersamaan harus tetap sama,” tambahnya.
Tradisi ngeliwet sendiri memiliki makna lebih dari sekadar menyantap hidangan bersama. Kesederhanaan dan kebiasaan duduk melingkar menciptakan suasana setara, sehingga komunikasi dapat berlangsung lebih terbuka tanpa dibatasi jabatan maupun kedudukan.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap hubungan harmonis dengan Forkopimda dan kalangan pesantren semakin kuat. Kebersamaan itu diharapkan menjadi modal sosial untuk menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, serta mendukung pembangunan daerah.
(Bernad)
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.