Bhabinkamtibmas Pasrujambe Turun ke Desa, Ketahanan Pangan Jadi Perhatian Polri
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Cepat dan Akurat
satudetik.online • cepat dan akurat
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Waktu baca sekitar 2 menit
Lumajang, satudetik.online – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah. Peran aktif masyarakat desa dalam mengoptimalkan lahan pertanian hingga pekarangan rumah juga menjadi bagian penting untuk mewujudkan swasembada pangan, Jumat (30/10/2026).
Komitmen tersebut turut ditunjukkan jajaran Polsek Pasrujambe, Polres Lumajang, melalui peran Bhabinkamtibmas yang terjun langsung ke tengah masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk mendukung Program Asta Cita Presiden, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dari tingkat desa.
Melalui pendampingan tersebut, Bhabinkamtibmas mendorong warga agar lebih produktif memanfaatkan potensi lingkungan sekitar. Tidak hanya lahan pertanian, pekarangan rumah juga dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi sumber pangan bergizi bagi keluarga.
Kapolsek Pasrujambe, AKP Sujianto, mengatakan bahwa tugas Bhabinkamtibmas saat ini tidak sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kehadiran anggota di desa juga diharapkan mampu memberikan motivasi serta mendorong kegiatan masyarakat yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga.
“Polri ingin hadir tidak hanya dalam menjaga situasi kamtibmas, tetapi juga ikut mendorong masyarakat agar lebih produktif. Potensi pertanian dan pekarangan rumah perlu dimanfaatkan secara maksimal sehingga bisa membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga,” ujar AKP Sujianto.
Menurutnya, penguatan ketahanan pangan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga dan desa. Jika masyarakat mampu mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, ketersediaan pangan di tingkat lokal dapat semakin diperkuat.
Ia menambahkan, keterlibatan Bhabinkamtibmas juga menjadi sarana membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat. Melalui komunikasi serta pendampingan secara langsung, berbagai potensi dan kendala yang dihadapi warga di sektor pertanian diharapkan dapat diketahui.
AKP Sujianto menegaskan, ketahanan pangan bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, sinergi antara Polri, pemerintah desa, petani, dan warga menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut.
“Kami berharap masyarakat semakin bersemangat mengembangkan sektor pertanian dan memanfaatkan pekarangan rumah secara produktif. Ketahanan pangan harus dibangun bersama, dimulai dari desa, sehingga manfaatnya benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
(Bernad)
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.