Pelajar Senggol Polwan di Alun-Alun Lumajang Berakhir Damai, Polisi Kedepankan Pembinaan
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Cepat dan Akurat
satudetik.online • cepat dan akurat
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Waktu baca sekitar 2 menit
Lumajang, satudetik.online — Insiden yang melibatkan seorang pelajar dengan anggota polisi wanita (Polwan) saat pengaturan lalu lintas di kawasan Alun-Alun Lumajang berakhir melalui pendekatan kekeluargaan.
Polres Lumajang memilih mengedepankan pembinaan dan edukasi keselamatan berkendara.
Peristiwa tersebut terjadi saat personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang melaksanakan pengaturan arus lalu lintas pada sore hari.
Seorang pelajar yang melintas dari arah Pendopo Arya Wiraraja menuju Tugu Adipura diduga kehilangan kendali setelah terkejut melihat petugas yang sedang berjaga di jalan.
Akibatnya, kendaraan yang dikendarai pelajar tersebut menyenggol Aiptu Rima Mayangga Rivasari, S.H., M.H., yang tengah menjalankan tugas pengaturan lalu lintas di lokasi tersebut.
Kasubsi PIDM Sihumas Polres Lumajang, Ipda Eko Budi Laksono, S.H., menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, pengendara diduga panik saat melihat petugas sehingga tidak mampu mengendalikan kendaraannya dengan baik.
"Dalam penanganan kejadian ini, kami mengedepankan pembinaan dan edukasi karena pengendara masih berstatus pelajar. Namun, pelanggaran lalu lintas tetap menjadi perhatian, termasuk kondisi kendaraan yang tidak memenuhi standar teknis," ujar Ipda Eko, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, pendekatan pembinaan diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai pentingnya disiplin, kehati-hatian, serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Status sebagai pelajar bukan berarti bebas dari kewajiban menaati ketentuan berkendara di jalan raya.
Sementara itu, Aiptu Rima Mayangga memilih menyelesaikan persoalan tersebut melalui jalur kekeluargaan. Ia bersedia memaafkan pelajar yang bersangkutan dengan syarat datang bersama orang tua, mengakui kesalahan, dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Sikap tersebut menjadi bagian dari pendekatan humanis dalam penanganan kejadian yang melibatkan kalangan pelajar. Meski demikian, aspek keselamatan dan kepatuhan terhadap peraturan tetap harus menjadi perhatian agar kejadian serupa tidak terulang.
Polres Lumajang juga mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya saat menggunakan kendaraan bermotor. Pemeriksaan kelengkapan kendaraan, pemenuhan persyaratan berkendara, serta penanaman kesadaran berlalu lintas sejak dini dinilai penting untuk melindungi keselamatan anak maupun pengguna jalan lainnya. (Bernad)
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.